Showing posts with label ternate. Show all posts
Showing posts with label ternate. Show all posts

Wednesday, May 10, 2017

Belajar dan Menemukan Cinta di Negeri 1000 ilmu

Belajar tidak harus jauh terbang dan lama mengarungi samudera ke negeri orang,
dari negeri sendiri tak bosan kita belajar, dari alam dan sosial budayanya, dari sejarah dan peninggalan/pusaka nya ada 1000 ilmu menanti untuk dipelajari dan diamalkan.

Bersama relawan 1000 Guru Maluku Utara,  (6-7 Mei 2017) kami kembali belajar bersama tentang Ternate, sebuah kota-pulau kecil yang sangat indah mempesona, memukau para penjelajah samudera sejak ratusan tahun lalu, hingga para pekerja yang ditempatkan atau merantau ke Ternate kini. Para perantau yang menemukan Cinta nya di Ternate, para perantau yang menemukan jati dirinya di Ternate; kaum perantau dan penghuni pulau yang sangat beragam etnis dan agama ini menjadi penentu keberlanjutan Ternate.

Obrolan dengan para relawan ini, saya banyak dapat cerita pengalaman menarik tentang objek bersejarah dan wisata alam yang kami kunjungi, suasana nan santai penuh humor mewarnai kegiatan ini.

Dari peninggalan benteng-benteng Eropa kita belajar tentang teknologi masa lampau hingga ekonomi dan sosial budaya, tentang semangat para pejuang Ternate, pahlawan kebanggaan Ternate.
Dari alamnya berupa pesisir pantai yang cantik, danau vulkanik, hutan-kebun Cengkeh, kita belajar tentang Maha Karya ciptaan Tuhan yang harus dijaga kelestariannya, sekaligus tetap waspada hidup di pulau gunung api ini. Kadato atau istana Sultan Ternate pun mengajarkan kita tentang Cinta yang melandasi Para Sultan menegakkan syariat untuk dinikmati generasi hingga akhir jaman.

Sahabat baru saya di kegiatan ini, pekerja yang belum lama menetap di Ternate bersemangat sambil berucap "Ini kota pulau luar biasa, saya bekerja kantoran pun dengan mudah menikmati pantai cantik, laut bening dengan pemandangan terindah langsung di depan, dinikmati setiap hari"

Akhirnya, Kota-Pulau yang semakin padat terisi bangunan di pesisir timur hingga selatan ini, andaikan dapat berkata-kata, pastilah  akan berujar:
"Hai anak muda,... jaga dan wariskan aku hingga anak-cucu sampai akhir jaman, agar mereka dapat menikmati hijaunya hutan nan semerbak aroma Cengkeh, pala, kayu manis,... menikmati dan bermain di pasir pantai alami, beningnya laut dengan terumbu karang yang cantik,...jangan biarkan aku rusak dan hancur oleh tangan dan pikiran rakus manusia sesat yang tak pernah memikirkan masa depan"

Selamat menikmati Ternate, menikmatinya dengan menjaga kelestarian alam dan budaya terbaiknya, jika kau belum mampu, maka janganlah menambah kotor dan menambah rusak pulau eksotis titipan Tuhan untuk kita jaga bersama ini.

Hamparan alam memukau yang dibalut sejarah serta budaya luhur adalah perpustakaan semesta yang ditemui di Ternate, yang membuatmu jatuh cinta hingga tak mau meninggalkannya.

Selamat menemukan Cinta di Limau Gapi

Suba Jo :)

#LestarikanPusakaTernate











sumber foto : jepretan sendiri, jepretan Panitia, dan jepretan Relawan 1000GuruMalut TnT #4 6-7 Mei 2017

Thursday, August 26, 2010

AL MUNAWWAR (Masjid Raya Ternate)

..kepada Mu kami menyembah,...Kepada Mu kami berserah diri

(imported from: molied.multiply.com)













































Saturday, May 10, 2008

Kololi Kie Mote Ngolo, ritual keliling gunung Ternate.

Kololi = Mengelilingi , Kie = Gunung, Mote = Melalui, Ngolo = Laut)
sebuah ritual yg dilakukan oleh Kesultanan Ternate, untuk ziarah dan menghormati leluhur.
Dimulai dari jembatan batu (Dodoku Mari) di depan Kadaton, kapal yg ditumpangi sultan dilepas dengan doa oleh Bobato Akherat (pengurus masjid sultan)
Iring-iringan ini terdiri atas berbagai macam perahu yg dihias, ditumpangi oleh berbagai macam "soa" (kelompok masyarakat adat).
Saat kapal sultan dilepas dengan doa, perahu-perahu lainnya mengelilingi kapal sultan, - tawaf- 3 kali, sebelum rombongan ini memulai perjalanannya.
"Kololi Kie" tahun ini dilakukan dalam rangkaian acara pesta rakyat "Legu Gam Moloku Kie Raha", juga diikuti oleh Sultan Jailolo.
Perjalanan dimulai ke arah utara pulau, dengan berhenti 4 kali di beberapa tempat, untuk melaksanakan tabur bunga di laut, menghormati leluhur. Rombongan ini mampir di pantai "Ake Rica" untuk menerima jamuan makan siang oleh masyarakat setempat. Perjalanan kemudian dilanjutkan sampai kembali ke jembatan batu di depan kedaton sultan.
Berbagai pemandangan menarik dapat dinikmati ketika saya berada di atas kapal yg juga ditumpangi sultan, diselingi dengan berbagai bentuk penghormatan yg dilakukan masyarakat di pesisir pantai ketika kapal kami lewat.
sungguh pengalaman terbaik yg pernah saya alami.

(imported from: molied.multiply.com)