Wednesday, July 10, 2013

Masjid Abu-Bakr di Madrid

Sejak terusir dari negeri Andalusia pada tahun 1085, Islam tidak terlihat lagi sebagai peradaban hidup di negeri tersebut. Peninggalan nya pun dikuasai penguasa berikutnya. Banyak masjid yang berubah menjadi Gereja, rumah tinggal, bengkel, atau gudang.

Butuh 9 abad kemudian, tepatnya pada 1988, sebuah masjid megah diresmikan di Kota Madrid, menandai kehidupan Islam yang kembali ke negeri ini. Masjid dengan arsitek Juan Mora ini bernama Masjid Abu-Bakr, diambil dari nama Khalifah pertama pengganti kepemimpinan Nabi Muhammad. Masjid ini juga dikenal dengan nama Madrid Central Mosque.

Masjid 4 lantai ini dilengkapi perpustakaan, auditorium, sekolah, klinik, toko, dan kantor, sebagai pusat kegiatan umat Islam di Spanyol (Union of Islamic Communities  of Spain).

Di masjid inilah saya menikmati berbuka puasa-hari pertama-sampai Taraweh perdana di Eropa.

*Difoto dengan kamera hape

#EsaiFoto Maulana Ibrahim, Masjid Abu-Bakr di Madrid, 1 Ramadan 1434 / 10 Juli 2013.

pemandangan dari atap masjid Abu-Bakr ke arah pusat kota Madrid.
Ruang sholat-utama- masjid Abu-Bakr, di Lantai 2, di saat adzan Maghrib berkumandang.

Salah satu sisi ruang sholat-utama-masjid Abu-Bakr, di lantai 2, terlihat seorang jamaah sedang membaca Quran sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Ruang sholat-utama-masjid Abu-Bakr, di lantai 2.

Ada juga pedagang makanan berbuka puasa, terlihat dengan beberapa pembeli, di samping masjid Abu-Bakr.

Saat Adzan maghrib, buka puasa dengan kurma, dan dilanjutkan makan malam bersama di lantai dasar masjid Abu-Bakr,  usai sholat maghrib, gratis!.. (kiri atas sampai kiri bawah). 

Kue-kue untuk berbuka puasa yang di jual di Toko Masjid Abu-Bakr, di lantai dasar.

Lampu di dalam ruang sholat utama Masjid Abu-Bakr, di lantai 2.

No comments:

Post a Comment